jaringan
kontak
update: Dec 2008
admin(@)pemulihan.or.id

Kerjasama dengan:
jad.net

BAPA-BAPA GEREJA DAN KAUM MARTIR DI BAWAH PENGANIAYAAN ROMAWI


Clement dari Roma (± 30-96 M.)

Uskup Roma. Memberikan kesaksian yang jelas tentang doktrin mengenai Trinitas, keilahian Kristus, pembenaran oleh kasih karunia, dan keesaan gereja.

Ignatius (35-107 M.)

Uskup Antiokia. Dikenal karena ketujuh suratnya. Sangat berpengaruh pada zaman awal gereja. Pada akhirnya, dia ditawan oleh tentara Romawi dan martir. Pada saat martir dia berkata kepada para penganiayanya,
Lemparkan aku kepada binatang-binatang buas itu, agar oleh mereka aku bisa menjadi orang yang berbagian dalam Allah.

Polycarp (± 69-155 M.)

Dibimbing oleh Rasul Yohanes, kemudian menjadi uskup di Smirna. Sering mengutip ayat-ayat kitab suci di dalam penulisannya. Memerangi ajaran bidat Gnostic Marcion dan menyebutnya sebagai anak sulung Satan. Martir pada usia tua, 86 tahun.

Irenaeus (± 130-202 M.)

Murid Polycarp, dan uskup di Lyon. Dia menulis Melawan Segala Ajaran Bidat, membela iman melawan Aliran
Gnostic dan ajaran-ajaran bidat lain. Menegaskan bahwa Kristus adalah Adam yang terakhir; apa yang telah hilang karena Adam yang pertama, dipulihkan di dalam Dia, dan tujuan Allah pada manusiapun digenapkan di dalam Dia. Menegaskan pengajaran yang mengatakan bahwa manusia bisa menjadi Allah di dalam keselamatan Allah.

Hippolytus (160-235 M.)

Murid Irenaeus, dia adalah seorang pembela iman. Di dalam tulisannya Bukti Segala Ajaran Bidat, dia dengan keras menentang pandangan bidat Sabellius. Di dalam tulisannya Tradisi Rasul, dia berusaha mempertahankan iman yang murni dan ajaran-ajaran rasul.

Tertullian (± 160-225 M.)

Bapa gereja orang Afrika. Dia adalah seorang pembela iman yang terkenal, doktrinnya berasal dari Irenaeus. Menulis Melawan Para Pengikut Praxea. Mempertahankan satu esens dan tiga persona Allah Tritunggal. Juga mengemukakan perbedaan keilahian dan keinsanian Kristus, yang kemudian sangat mempengaruhi perumusan Pengakuan Iman Nicea. Dia menentang aliran Gnostic (doktrin Marcionit) dan aliran Docetes. Mempertahankan iman Kristen di hadapan pemerintah Romawi.

Pantaenus (120-190 M.)

Pendiri sekolah Alexandria dan kepala Sekolah Katekhisasi.

Clement dari Alexandria (± 155-215 M.)

Lahir di Athena. Dia adalah murid Pantaenus dan kemudian menjadi guru yang terkenal di Alexandria. Menekankan penjelasan tentang Logos, Kristus, yang menjadi daging.

Origen (± 185-254 M.)

Lahir di Mesir. Penerus Clement sebagai kepala sekolah Katekhisasi di Alexandria. Seorang penulis yang produktif. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Hexapla, yaitu edisi Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani, Yunani, Aquila versi Yunani, Symmachus, Septuagint, dan Theodotion, yang diberi catatan-catatan penjelasan. Dia melihat sifat surgawi gereja yang terdiri dari orang-orang yang dalam kehidupannya telah mengalami kuat kuasa Injil yang kekal. Di dalam tulisannya yang berjudul Tentang Doa, dia menegaskan bahwa doa bukanlah permohonan, melainkan partisipasi dalam hayat Allah.

Athanasius (296-373 M.)

Membantu perumusan Pengakuan Iman Nicea pada tahun 325. Kemudian menjadi uskup di Alexandria. Menentang bidah Arian dan menegaskan keilahian Kristus. Di dalam karyanya Tentang Inkarnasi Firman Allah, dia menjelaskan bahwa Dia menjadi manusia agar kita dapat menjadi Allah.

Guru-guru Cappadocia

Menjelaskan bahwa Trinitas itu satu esens (ousia) dalam tiga persona (hypostasis).

Basil Agung (± 329-379 M.)

Uskup Kaesarea. Dipengaruhi oleh 4aliran monastik dan menganjurkan hidup sederhana. Unggul dalam ajaran-ajaran Origen dan menentang 3aliran Arian. Menopang doktrin-doktrin Nicea.

Gregory dari Nyssa (± 330-390 M.)

Adik dari Basil. Uskup Nyssa. Salah satu yang pertama yang membedakan ousia (esens) dan hypostasis (persona) dari Trinitas.

Gregory dari Nazianzus (± 330-394 M.)

Uskup Konstantinopel. Seorang juru bicara yang baik. Yang paling berharga adalah lima Perkataan Teologi yang terkenal melawan aliran Arian.

Ambrose (337-397 M.)

Uskup Milan yang membaptis Augustine. Menegaskan bahwa gereja harus berdiri sendiri, tidak boleh berikatan dengan negara. Dia mengatakan, kaisar itu ada di dalam gereja, bukan menguasai gereja.

Jerome (340-419 M.)

Lahir di Italia dan kemudian pindah ke Palestina. Memberikan seluruh hidupnya kepada aliran monastik dan mendorong kaum beriman untuk menempuh hidup yang menyangkal diri. Menggunakan 20 tahun untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin, namanya Vulgate. Menulis beberapa volume commentary Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan menulis beberapa buku tentang sejarah gereja.

Chrysostom (346-407 M.)

Uskup Konstantinopel. Menekankan perjalanan orang Kristen. Khotbahnya terutama adalah berupa penafsiran Alkitab dan bertahan pada hal-hal yang praktis. Tulisan-tulisannya meninggikan 4aliran monastik, keperawanan, dan pengendalian nafsu birahi. Martir.

Augustine (354-430 M.)

Uskup Hippo di Afrika Utara. Sangat antusias terhadap keesaan gereja. Menentang bidah aliran Pelagian. Menulis Pengakuan, Kota Allah, dan Trinitas. Di dalam buku Trinitas ini, dia mengungkapkan kebenaran tentang Trinitas dan memberikan pengaruh yang sangat besar pada teologi Kristen Barat.