jaringan
kontak
update: Dec 2008
admin(@)pemulihan.or.id

Kerjasama dengan:
jad.net

CATATAN


Aliran Gnostic (berasal dari kata Yunani gnosis, artinya pengetahuan): aliran yang menolak Perjanjian Lama dan sebagian besar Perjanjian Baru. Mereka menggabungkan mitologi, filsafat Yunani, agama-agama kuno, dengan Kekristenan. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus (cf. 1 Yoh. 2:22; 4:3; 5:1), juga tidak percaya bahwa Kristus datang sebagai daging (cf. Yoh. 1:1, 14; 1 Yoh. 4:2; Rm. 8:3; Ibr. 2:14; 9:26), bagi mereka Kristus itu abstrak, seperti hantu. Mereka juga mengajarkan bahwa pada orang yang telah dilahirkan kembali tidak ada sifat dosa lagi, sebab sifat dosanya telah sepenuhnya disingkirkan (cf. 1 Yoh. 1:8).

Aliran Docetes (berasal dari kata Yunani dokein, artinya kelihatannya, nampak seperti): mengajarkan bahwa Yesus Kristus bukanlah manusia sejati, melainkan nampak seperti manusia. Menurut aliran Docetes, Kristus itu hanyalah bayangan seperti hantu. Aliran Docetes ini bercampur aduk dengan aliran Gnostic yang mengajarkan bahwa semua benda itu jahat. Sehingga aliran Docetes mengajarkan bahwa karena Kristus itu kudus maka Dia tidak mungkin dicemari dengan daging manusia. Mereka mengatakan bahwa tubuh Kristus bukanlah darah dan daging yang sejati, melainkan hanyalah suatu tipuan, bayangan hantu, sehingga Dia itu tidak benar-benar menderita, mati, dan bangkit (cf. 1 Yoh. 4:3; 2 Yoh. 7).

Aliran Arian (berasal dari Arius, nama ahli teologi Alexandria): mengajarkan bahwa Yesus tidak sama dengan Allah, melainkan adalah makhluk ciptaan yang ditinggikan melebihi segala ciptaan lainnya.

Aliran monastik (berasal dari kata Yunani monastikos, artinya menyendiri): karakteristik atau cara hidup biarawan atau biarawati.

Aliran Pelagian (berasal dari Pelagius, nama biarawan dan ahli teologi Inggris): menyangkal doktrin tentang dosa yang sebermula, dan menyangkal perlunya kasih karunia untuk kebajikan dan keselamatan.

Para pengikut Nikolaus (berasal dari kata Yunani nike dan laos; nike artinya menaklukkan atau mengalahkan, laos artinya rakyat jelata, masyarakat umum, kaum awam): sekelompok orang yang menganggap dirinya lebih tinggi daripada kaum beriman pada umumnya. Ini adalah suatu sistem hirarki yang kemudian dianut dan dikukuhkan oleh aliran-aliran kekristenan tertentu. Tuhan membenci pekerjaan dan perilaku pengikut Nikolaus ini (Why. 2:6).

Aliran mistik: cf. Kaum Mistik.

Hirarki: sistem kelas perantara yang diadaptasi dari para pengikut Nikolaus. Allah menghendaki seluruh umat-Nya menjadi imam-imam yang melayani Allah secara langsung. Dalam Kel. 19:6, Allah menetapkan bangsa Israel untuk menjadi kerajaan imam. Ini berarti, Allah menghendaki mereka semua menjadi imam. Tetapi, karena mereka menyembah patung anak lembu emas (Kel. 32:1-6), mereka kehilangan jabatan imam; hanya suku Lewi saja, karena kesetiaannya kepada Allah dipilih menjadi imam Allah menggantikan seluruh bangsa Israel (Kel. 32:25-29; Ul. 33:8-10). Sebab itu, antara Allah dengan bani Israel, timbul kelas perantara. Hal ini menjadi sistem yang kuat dalam agama Yahudi. Dalam Perjanjian Baru, Allah sudah kembali kepada maksud-Nya yang semula, yaitu membuat semua orang beriman dalam Kristus menjadi imam (Why. 1:6; 5:10; I Ptr. 2:5,9). Tetapi pada akhir gereja yang sebermula, bahkan dalam abad pertama, para pengikut Nikolaus menyelinap masuk sebagai kelas perantara untuk merusak rencana Allah (Why. 2:6). Berdasarkan sejarah gereja, kelas perantara ini terbentuk menjadi sistem yang diterima dan dipertahankan oleh aliran kekristenan tertentu. Hari ini dalam aliran kekristenan ada sistem imam, dalam gereja negara ada sistem paderi, dan dalam gereja independen ada sistem pendeta. Semuanya ini adalah kelas perantara, yang merusak jabatan imam segenap kaum beriman. Demikianlah timbul dua macam kelas, yaitu golongan paderi dan golongan awam. Namun dalam kehidupan gereja yang normal, tidak seharusnya ada golongan paderi, juga tidak seharusnya ada golongan awam, semua orang beriman seharusnya adalah imam-imam Allah. Karena kelas perantara telah merusak jabatan imam yang merata dalam rencana Allah, sebab itu Tuhan membencinya (Why 2:6).